-
By Wiwik Norliyana on Feb 27, 2008 | Reply
Perbaikan….
Dalam pembahasan ini, kita diajukan pada tiga wujud kebudayaan yaitu :
1.Wujud ideal
Wujud ini berupa ide-ide dan gagasan-gagasan yang ada dalam suatu masyarakat. Wujud ini tidak dapat diraba atau dilihat, tapi dapat dituangkan dalam bentuk perkataan atau tulisan.
2.Wujud Social System
Wujud ini berupa aktivitas-aktivitas masyarakat yang melakukan interaksi.
3.Wujud Fisik
ini merupakan hasil dari aktivitas-aktivitas masyarakat.Tiga kebudayaan di atas saling terkait. Adanya budaya korupsi berasal dari pikiran manusia yang tercipta dari hal-hal kecil kemudian terlaksana dalam bentuk aktivitas sehingga menghasilkan suatu kebiasaan dan hasil dari itu semua adalah kebobrokan seperti yang dialami bangsa kita saat ini.
Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »
-
By Wiwik Norliyana on Feb 27, 2008 | Reply
berbicara tentang kebudayaan maka kita tidak jauh dari Antropologi. Karena Antropologi membicarakan tentang kebudayaan masyarakat. Dalam perkembangannya Antropologi memiliki empat fase yaitu :
-fase pertama
Bangsa Eropa memandang rendah bangsa di luar dari Eropa.
Hal ini yang menyebabkan bangsa Eropa berbnondong-
bondong menjajah bangsa lain untuk kepentingan bangsanya.
Contohnya negara kita sendiri yang pernah dijajah.
-ke dua, ke tiga, dan ke empat Antropologi mengalami
perkembangan.Antropologi semakin berkembang seiring waktu sesuai perkembangan pemahaman tentang masyarakat dan kebudayaan. Juga timbulnya pandangan masyarakat terhadap semangat anti kolonialisme dan memudarnya pandangan adanya bangsa-bangsa primitif.
Ditulis dalam MK Antropologi | Leave a Comment »
|
Wilayah |
21,069,501 km² |
|
Populasi |
541 million |
|
Negara |
20 |
|
Teritori |
10 |
|
GDP |
$3,33 trilyun (nilai tukar) |
|
Bahasa |
Spanyol, Portugis, Quechua, Aymara, Nahuatl, Maya, GuaranÃ, Italia, Inggris, Perancis, Kreol Haiti, Jerman, Wales, Belanda, Kantonis, Jepang, Vietnam, dan lainnya. |
|
Zona waktu |
UTC -2.00 (Brazil) hingga UTC -8.00 (Meksiko) |
|
Kota terbesar |
1. Mexico City |
Berikut ini adalah beberapa definisi untuk Amerika Latin, namun tidak ada satu pun definisi berikut yang konsisten dan memuaskan semua pihak.
- Dalam pemakaian yang paling umum, istilah Amerika Latin hanya merujuk kepada wilayah di benua Amerika yang penduduknya masih berbicara bahasa Spanyol atau Portugis, yakni Meksiko, sebagian besar Amerika Tengah, Amerika Selatan, ditambah Kuba, Republik Dominika, Puerto Riko di Karibia.
- Dalam pengertian sempit, Amerika Latin merujuk kepada negara dan teritori di benua Amerika yang penduduknya adalah penutur asli bahasa Roman (bahasa yang berasal dari bahasa Latin), seperti: bahasa Spanyol, Portugis, Perancis, dan bahasa-bahasa Kreol yang didasarkan darinya. Menurut definisi ini, Amerika Latin juga mencakup teritori dan bekas teritori Perancis, yaitu Quebec di Kanada, Haiti, Martinique, dan Guadeloupe di Karibia, serta Guyana Perancis di Amerika Selatan.
- Suriname, Antillen Belanda, dan Aruba yang ketiganya bekas koloni Belanda, sering tidak termasuk sebagai negara dan teritori di Amerika Latin. Walaupun demikian, mayoritas penduduk Antillen Belanda dan Aruba berbicara bahasa Kreol Papiamento yang berasal dari dialek Iberia.
- Istilah Amerika Latin, terutama bagi orang Amerika Serikat berarti “semua” negara-negara yang terletak di selatan Amerika Serikat, termasuk Belize, Jamaika, Barbados, Trinidad and Tobago, Guyana Antigua and Barbuda dan Kepulauan Bahamas, yang mayoritas penduduknya berbahasa Inggris (bukan bahasa Roman).
- Dalam konteks sejarah, “Amerika Latin” berarti semua wilayah benua Amerika yang dulunya merupakan koloni kerajaan Spanyol, Portugis, dan Perancis yang penduduknya berbicara bahasa-bahasa yang berasal dari bahasa Latin. Dalam pengertian ini, wilayah Amerika Serikat Barat Daya seperti Florida dan Louisiana Perancis juga termasuk Amerika Latin.
Pembedaan “Amerika Latin” dan “Anglo Amerika” sering dianggap sebagai pembedaan yang mengagungkan peninggalan bangsa-bangsa Eropa. Kedua istilah ini tidak mempertimbangkan fakta sebagian wilayah benua Amerika (misalnya Peru dan Guatemala) dihuni penduduk asli Amerika yang memiliki bahasa sendiri. Selain itu, masih ada lagi wilayah dengan pengaruh kebudayaan Afrika yang kuat, seperti Karibia, sebagian Kolombia, Venezuela, dan kawasan pesisir Brazil.
[sunting] Etimologi
Peta kontur Amerika Latin
Istilah Amérique latine bermula dari istilah geopolitik yang diciptakan Kaisar Napoleon III dari Perancis, yang menyebut istilah Amérique latine and Indochine sebagai tujuan ekpansi Perancis semasa masa pemerintahannya.[rujukan?] Walaupun awalnya dipakai untuk membantu ambisi Napoleon mengklaim wilayah di Amerika sebagai milik Perancis, istilah Amérique latine akhirnya digunakan untuk menyebut kawasan di benua Amerika yang penduduknya dari abad ke-15 dan ke-19 adalah pemukim yang berbicara bahasa-bahasa Roman asal Spanyol, Perancis, dan Portugal. Selain bermula sebagai istilah politik Napoleon, istilah “Amerika Latin” juga dipakai Michel Chevalier di tahun 1836 dalam tulisan berjudul Lettres sur l’Amèrique du Nord.
Di Amerika Serikat, istilah “Amerika Latin” (“Latin America“)baru digunakan sejak tahun 1890-an, dan belum menjadi istilah umum untuk menyebut kawasan di sebelah selatan Amerika Serikat hingga di awal abad ke-20. Sebelumnya, orang Amerika Serikat menyebutnya sebagai “Amerika Spanyol” (“Spanish America“)[1]
Di kemudian hari, istilah “Amerika Latin” menjadi istilah setara “Eropa Latin“, dan dipakai sebagai identitas bersama negara-negara di kawasan Amerika Latin.
Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »
HARI KEBANGKITAN NASIONAL
PERJALANAN SEABAD KEBANGKITAN NASIONAL
Tanggal 20 mei 1908 berdirinya organisasi Budi Utomo. Tanggal tersebut diperingati sebagai hari kebangkitan nasional. Budi Utomo meripakan pelopor berdirinya organisasi modern yang lain dan arah perkembangannya bersifat nasional juga. Dari proses perjalanannya, Budi Utomo dapat dipandang sebagai pelopor pergerakan nasional untuk melawan penjajah. Organisasi ini berdiri karena timbulnya suatu kesadaran akan keterbelakangan yang diakibatkan oleh kolonialisme dan tradisionalisme. Bangsa Indonesia akan ketidaksamaan hak (diskriminasi) antara penjajah dan bangsa terjajah. Keterbelakangan itu menimbulkan keinginan untuk majudan terbebas dari penjajahan. Dengan melalui berbagai proses yang panjang akhirnya bangsa Indonesia mewujudkan dan mempertahankan kemerdekaan sampai saat ini.
Dalam mewujudkan kemerdekaan sangat dibutuhkan rasa persatuan dan kesatuan, sikap dan sifat saling mendukung satu sama lain guna meraih cita-cita bersama. Dengan adanya sikap tersebut, Indonesia dapat bersatu melawan penjajah.perjuangan yang dilakukan rakyat Indonesia diwujudkan dalam bentuk sikap rela berkorban dan tanpa pamrih demi terwujudnya kemerdekaan. Selain itu, dalam perjuangan mewujudkan dan mempertahankan kemerdekaan juga diperlukan sikap saling pengetian dan saling menghargai guna terwujudnya kesepakatan bersama serta menambah rasa persatuan dan kesatuan.
Sekarang, setelah bangsa Indonesia mendapatkan kemerdekaan, perjuangan bangsa Indonesia masih terus berlanjut. Rakyat Indonesia melanjutkan perjuangannya dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan tentunya tidak mudah, karena pada proses ini pasti mendapat banyak kesulitan baik dari dalam maupun luar negeri. Hingga saat ini perjuangan Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan tiddak berjalan mulus. Hal ini dikarenakan terjadinya kesalahan dimasa lalu yang menyebabkan berbagai krisis di tubuh bangsa Indonesia, seperti krisis politik, krisis ekonomi, dan krisis kepercayaan. Berbagai krisis ini yang akhirnya menimbulkan gerakan reformasi. Reformasi yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah perubahan radikal untuk perbaikan di bidang sosial, politik, ekonomi, dan agama dalam suatu masyarakat atau negara. Reformasi sendiri dapat diartikan sebagai pembentukan kembali suatu tatanan kehidupan dari tatanan kehidupan yang lama dengan tatanan kehidupan yang baru dengan tujuan kearah yang lebih baik dari sebelumnya.
Pasca reformasi yang dimulai Mei 1998, cita-cita untuk mewujudkan bangsa yang bersih dari KKN, menjunjung tinggi keadilan, dan melindungi HAM masih kabur. Genap sepuluh tahun sudah demokrasi berjalan di luar dari asas negara hukum, banyak kasus-kasus lama baru saja terungkap salah satu contohnya adalah terungkapnya kasus-kasus korupsi di kalangan pejabat penting negara, terjadinya penyelundupan kayu di beberapa wilayah Indonesia, kekuatan-kekuatan massa mengorganisasi diri dan main hakim sendiri. Memang harus diakui jika reformasi menyimpan harapan besar bagi perbaikan tatanan kehidupan di negeri ini. Suatu harapan yang wajar bagi rakyat yang sangat berharap adanya perubahan dan perbaikan kehidupan. Pemerintah hanya memberi janji tanpa ada realisasi. Indonesia negeri yang kaya akan kekayaan alamnya. Namun, kehidupan rakyatnya sangat memprihatinkan. Karena masih banyak rakyat yang hidup di bawah garis kemiskinan, kelaparan, gizi buruk, dan pendidikan masih sangat mahal. Lalu apa tujuan reformasi sebenarnya? Apa yang telah dihasilkan masa reformasi setelah berjalan selama sepuluh tahun? Pada kenyataannya reformasi tidak menghasilkan suatu sisi positif yang bermanfaat bagi rakyat. Malah banyak yang menilainya gagal.
Sampai saat ini masih banyak persoalan-persoalan yang menyerang berbagai aspek kehidupan: sosial, budaya, ekonomi, politik, hukum, dan aspek lainnya yang menambah panjang penderitaan bangsa kita. Untuk itu bersama-sama kita perbaiki dan berhenti saling tuding-menuding mencari siapa yang salah atas semua kejadian yang telah menimpa bangsa kita ini. Dengan keterpurukan ini hendaknya pemerintah tergugah untuk menata kembali kehidupan dan tujuan reformasi yang telah menyimpang. Membangun kembali bangsa kita secara perlahan. Mewujudkan dan menjalankan reformasi yang sebenarnya.
Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

By Wiwik Norliyana S on Mar 18, 2008 | Reply
Pada zaman dulu, terjadi penyebaran manusia dari suatu daerah ke daerah yang lain. Proses terjadinya melalui beberapa factor yang menyebabkan terjadinya migrasi tersebut. Migrasi itu sendiri bisa terjadi secara lambat dan otomatis, adapula secara tepat dan mendadak. Migrasi yang lambat dan otomatis adalah proses evolusi yang terjadinya memerlukan waktu yang lama dan memerlukan waktu yang baru. Misalnya, berpindahnya kelompok manusia dari benua Asia ke benua Amerika pada akhir zaman glacial IV. Ini suatu migrasi yang berjalan dengan waktu yang sangat lambat.
Selain itu adapula migrasi yang terjadi secara cepat dan mendadak. Ada beberapa penyebab terjadinya migrasi ini. Misalnya, karena bencana alam, wabah, perubahan mata pencaharian, peperangan dan lainnya.
Pada proses migrasi, manusia juga membawa unsur-unsur kebudayaan. Namun,, penyebaran unsure-unsur budaya bisa juga terjadi tanpa ada perpindahan (migrasi) kelompok-kelompok manusia, tetapi dikarenakan adanya individu tertentu yang membawanya. Contohnya : para pedagang dan pelaut. Selain itu terjadinya proses difusi dikarenakan pertemuan antar individu dalam suatu kelompok dengan individu-individu lain.
Jadi, proses difusi tidak hanya terjadi pada proses bergeraknya unsure-unsur kebidayaan dari suatu tempat ke tempat lain, tetapi dalam proses migrasi tersebut manusia membawa serta unsure-unsur budayanya.