Feeds:
Tulisan
Komentar

KUDA GIPANG

Tarian kuda gipang merupakan salah satu kesenian yang ada pada masa kerajaan Banjar. Tarian ini memiliki kesamaan dengan tari kuda lumping yaitu sama-sama  memakai kuda yang terbuat dari anyaman rotan , bedanya kalau kuda gipang, kudanya dikepit di ketiak. Tarian ini biasanya terdiri dari 7  orang bahkan lebih, 1 orang penari sebagai seorang pemimpin atau raja dan 6 oarang lainnya saling berpasangan sebagai pasukan. Musik pengiringnnya terdiri dari alat-alat musik gamelan seperti sarun, gong besar dan kecil, kanong. Tarian ini dulunya digelar ketika ada upacara adat perkawinan untuk  mengiringi pengantin pria menuju rumah mempelai wanita. Namun, tarian ini kemudian berubah menjadi tari tradisonal kalimantan Selatan.

Kesenian ini sekarang sudah tidak dipakai lagi dalam acara resmi, bahakan dalam pergelaran pun tidak pernah menampilkan seni tari ini kesenian ini akan benar-benar hilang.

Mahasiswa Menulis

By wiwik norliyana s on Jun 27, 2008 | Reply

Menulis itu gampang-gampang susah. Gampang jika kita memiliki niat dan semangat untuk menulis. Dan akan menjadi suatu hal yang susah jika kita selalu dibingungkan dengan berbagai alasan untuk tidak menulis

Manusia Purbakala

  1. By wiwik norliyana on Jun 6, 2008 | Reply

    Ass…
    Tong kosong nyaring bunyinya. Saat ini mungkin peribahasa itu yang pantas buat kita (termasuk saya). Banyak bicara tanpa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Zamannya memang modern, tapi kita tidak lebih hidup di zaman prasejarah. Setiap orang mungkin saja bisa menulis, tapi tidak setiap orang bisa mengeluarkan idenya dalam bentuk tulisan. Ya..itu salah satu alasan mengapa kita tidak menulis. Saya sendiri merasa sulit untuk menulis (termasuk manusia purbakala ya pak).

    Mengabadikan suatu ide dalam bentuk tulisan memang sangat bermanfaat. Mengapa demikian? Apa pun yang kita tulis tidak bisa dibantah oleh orang lain, karena kita mempunyai bukti tertulis sedangkan orang lain tidak.

    Jadi, sebaiknya dari sekarang kita mulai menulis. Mulai dari hal-hal kecil ke hal-hal yang besar. Tinggalkan zaman purbakala dan benar-benar belajar menjadi manusia zaman modern.

Manusia Prasejarah

  1. By Wiwik Norliyana S on Jun 13, 2008 | Reply

    Manusia merupakan salah satu makhluk yang sempurna, karena diciptakan tidak hanya disertai dengan nafsu, tetapi juga dibekali dengan akal pikiran. Hal yang membuatnya berbeda dengan binatang.

    Sejarah vs Prasejarah

    Sejarah adalah masa sekarang, di mana semua orang bisa membaca dan menulis. Kedua hal ini menandakan bahwa kita, manusia sekarang, bukan manusia prasejarah lagi, karena manusia prasejarah belum meangenal baca dan tulis.

    Setipa orang bisa membaca dan menulis. Namun, menulis di sini bukan dalam artian menghasilkan tulisan yang bisa dipublikasikan. Dalam pelajaran bahasa Indonesia yaitu mengarang bebas, kadang ada yang tidak bisa mengarang karena kesulitan menuangkan apa yang ada dalam pikiran kedalam bentuk tulisan.
    Kemudian, karna tidak bisa menulis lalu dibilang manusia prasejarah? Waduh jangan dong pak………..
    Ya……… mungkin dari tulisan bapak saya bisa pelan-pelan belajar menulis sedikit demi sedikit.

Proses Belajar Kebudayaan

Wiwik Norliyana S Mar 6th, 2008 at 9:54 am

Proses belajar kebudayaan itu berlangsung saat menusia baru dilahirkan sampai manusia itu akan meninggal. Saat manusia baru dilahirkan ia sudah mendapat pengalaman dan belajar pola-pola tindakan dalam berinteraksi dengan individu lain. Perantara pertamanya adalah keluarga, yang mengenalkan nilai-nilai budaya kepada individu tersebut.

Semakin dewasa individu semakin banyak pengalaman yang dia dapat dari lingkungannya. Tentu saja lingkungan itu memiliki budaya yang kemudian mempengaruhi kepribadian dan prilaku individu itu. Ia harus belajar menyesuaikan diri dengan segala aturan-aturan kebudayaan dan adat-istiadat yang ada.

Proses ini sudah dimulai atau ada dalam pikiran individu sejak kecil. Dari kecil sampai dewasa dia meniru segala tingkah laku dan tindakan orang dewasa. Dengan meniru maka tinglah laku dan tindakannya menjadi suatu pola yang akan diatur oleh norma-norma.

Inovasi

  1. By Wiwik on Apr 9, 2008 | Reply

    Ass..

    Inovasi merupakan suatu proses pembaruan penggunaan sumber-sumber alam, energi, dan
    modal, pengaturan baru dari tenaga kerja dan penggunaan teknologi baru yang menyebabkan adanya sistem produksi,dan dibuatnya produk-produk baru. Kemajuan merupakan salah satu ciri yang menonjol, karena ini merupakan hasil pikiran manusia. Dari hasil berpikir tersebut terciptalah berbagai penemuan-penemuan yang sangat berguna bagi kehidupan kita seperti sekarang ini. Coba kita pikirkan, pernah tidak kita memikirkan bagaimana cara membuat pesawat terbang, computer, dan banyak lagi benda-benda lain yang biasa kita gunakan dalam hidup kita. Kita sebagai penikmat tentu tidak akan berpikir sampai sejauh itu. Saya sendiri pun tidak terpikirkan hal itu. Seperti yang bapak katakana, kita menghujat orang-orang Barat, sedangkan kita memakai barang-barang temuan orang Barat. Kalau tidak ada orang Barat tentu Indonesia masih primitive. Jadi proses pembaruan itu merupakan proses lanjutan dari akulturasi dan asimilasi.

  1. By WIWIK NORLIANA SARI on Mar 6, 2008 | Reply

    Akal pikiran merupakan hal mutlak pembeda antara manusia dengan binatang. Selain itu juga membedakan antara menusia yang satu dengan manusia yang lain. Segala tindakan manusia ditentukan oleh akal pikiran. Jadi, jika seseorang melakukan tindakan menyimpang dan tidak sesuai dengan norma yang berlaku, apakah bisa dikatakan dia tidak memiliki akal pikiran?
    Kepribadian dibentuk dari tiga unsur yaitu pengetahua, perasaan dan dorongan naluri. Dari pengetahuan manusia dapat berkembang dan menggunakan pikiran untuk menghasilkan suatu karya.
    Manusia dan binatang sama-sama memiliki naluri, namun naluri manusia diimbangi dengan akal yang akan membedakan antara manusia dengan binatang. Jadi, jika manusia tidak dapat mengontrol nalurinya, bisa dong dia dibilang seperti binatang?

Unsur-Unsur Kebudayaan

  1. By Wiwik Norliyana on Apr 16, 2008 | Reply

    Di dalam suatu budaya terdapat 7 unsur kebudayaan, yaitu bahasa, sistem pengetahuan, organisasi sosial, sistem peralatan hidup dan tekhnologi, sistem mata pencaharian hidup, sistem religi dan kesenian.
    Manusia tidak bisa terlepas dari kebudayaan karena manusia merupakan mediator dari kebudayaan tersebut. Kebudayaan merupakan cipta, rasa, karsa manusia, dan untuk di Inodnesia yang memiliki bermacam-macam suku bangsa tentu saja memiliki kebudayaan yang berbeda. Dari keragaman suku-suku bangs an kebudayaannya tercipta keindahan.

    Masyarakat sebagai pendukung suatu kebudayaan bisa menjadi lebih unggul dari lainnya hanya dengan memiliki keunggulan pada salah satu unsur kebudayaan saja. Nah, Indonesia yang memiliki berbagai macam kebudayaan yang berbeda-beda tersebut, yang tiap kebudayaannya mengandung unsur-unsur kebudayaan, sangat memungkinkannya untuk menjadi bangsa yang unggul dari bangsa lain.

  1. By wiwk norliyana on Apr 3, 2008 | Reply

    Ass..
    Proses asimilasi merupakan proses perubahan yang terjadi bila ada kontak dua kebudayaan yang kemudian bercampur menjadi satu kebudayaan yang baru. Proses masuknya kebudayaan asing tentu ada sisi positifnya, karena tidak semua kebudayaan asing yang masuk itu membawa dampak buruk terhadap kehidupan kita. Semua itu tergantung pada diri masing-masing. Jika budaya yang masuk itu baik dan tidak bertentangan dengan norma yang berlaku tentu itu tidak menjadi masalah. Akan tetapi jika budaya yang masuk itu bersifat negatif dan tidak ada manfaatnya tentu tidak perlu kita ambil dan kita masukan dalam kebudayaan kita, karena mungkin akan merusak kebudayaan kita yang sudah ada.

Akulturasi

  1. By Wiwik Norliyana.s on Mar 31, 2008 | Reply

    Akulturasi yaitu proses sosial yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur kebudayaan dari suatu kebudayaan asing dengan sedemikian rupa, sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan itu sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri.

    Dalam proses akulturasi ini, ada masyarakat yang menerima dan ada yang melakukan penolakan , pada masa sekarang masyarakat menerima masuknya kebudayan-kebudayaan baru (dari barat) tanpa memikirkan sesuai apa tidaknya kebudayaan tersebut dengan keadaan kita (orang timur).

    Memang, selama manusia sebagai pendukung kebudayaan saling melakukan kontak, proses akulturasi tersebut tidak dapat dielakkan. Tetapi, seiring terjadiny proses akultursi itu seharusnya ada juga proses filterisasi, yang bertujuan untuk memilah-milah mana yang pantas untuk diadobsi mana yang tidak, Jadi, jika terjadi proses masuknya berbagai kebudayaan secara langsung atau tidak langsung, kita harus dapat membedakan mana yang baik untuk kita ikuti, ini agar kita tidak kehilangan identitas asli kita.

Tulisan Sebelumnya »